Informasi untuk mendampingi, bukan untuk dibuka sembarangan.
Profil kesehatan membantu petugas yang berwenang memahami informasi yang relevan ketika murid membutuhkan layanan. Sekolah tetap menentukan kebijakan akses dan penggunaan data secara bertanggung jawab.
Data seperlunya
Ruang profil dipakai untuk kebutuhan layanan, bukan sebagai tempat menyalin seluruh informasi medis murid.
Hak akses yang jelas
Catatan kesehatan tidak otomatis menjadi bagian dari tampilan akademik atau informasi umum.
Riwayat yang kontekstual
Petugas dapat melihat catatan layanan yang relevan ketika pendampingan memang dibutuhkan.
Dari murid datang hingga tindak lanjut yang tertata.
Catat kunjungan UKS beserta informasi layanan, hasil, dan kebutuhan lanjutan. Riwayatnya membantu sekolah bekerja lebih konsisten dari satu kunjungan ke kunjungan berikutnya.
Identifikasi murid
Petugas membuka data murid yang perlu dilayani dengan akses yang sesuai.
Profil dan konteks layananCatat kunjungan
Keluhan, tindakan, serta hasil kunjungan dicatat sebagai riwayat UKS.
Catatan layanan terstrukturTentukan tindak lanjut
Jika diperlukan, petugas mencatat tindak lanjut atau rujukan ke mitra yang tersedia.
Hasil dan rujukan yang terarahSekolah tahu ke mana proses layanan perlu diteruskan.
Kelola data mitra klinik atau layanan terkait agar rujukan tidak hanya mengandalkan daftar kontak yang terpisah. Rujukan bukan diagnosis; keputusan layanan tetap mengikuti prosedur dan kewenangan yang berlaku.
Data kesehatan tidak sama dengan data akademik.
ASIS menyediakan ruang kerja terpisah agar informasi kesehatan hanya dilihat, diperbarui, atau ditindaklanjuti oleh peran yang memang memiliki kewenangan.
Datang, layani, tindak lanjuti dengan aman.
Identifikasi
Petugas membuka profil murid sesuai kebutuhan layanan.
Catat layanan
Kunjungan dan hasilnya disimpan dalam riwayat UKS.
Tindak lanjuti
Jika perlu, layanan diteruskan melalui prosedur sekolah.
Tinjau kembali
Catatan tersedia bagi peran yang memang berwenang.