SABar School It's a Wellbeing School

Sekolah Alam Baturraden: Tempat Anak Tumbuh Bersama Alam

Di kaki Gunung Slamet, ruang kelas tidak selalu punya dinding. Anak-anak menanam di raised bed, berjualan di Market Day, lalu duduk melingkar untuk bercerita tentang apa yang mereka temukan hari itu.

SPMB Tahun Ajaran 2027/2028 sudah dibuka. Murid pindahan juga diterima.

Anak-anak berjalan di jalan setapak kampus Sekolah Alam Baturraden di antara pepohonan

SABar dalam Angka

74
Murid
49
Guru & Tendik
20
Rombel
3
Unit Pendidikan

Angka ini diambil langsung dari data ketiga satuan pendidikan SABar, jadi selalu mengikuti tahun ajaran berjalan.

Belajar Melalui, Bukan Sekadar Belajar Tentang

Anak bisa membaca tentang siklus air dari buku. Di SABar, anak juga melihat air mengalir di parit kebun, menampungnya untuk menyiram tanaman, lalu bertanya mengapa tanah di raised bed miliknya lebih cepat kering daripada milik temannya. Pertanyaan seperti itu tidak datang dari lembar soal. Ia datang dari pengalaman.

Itulah yang kami maksud dengan sekolah alam. Alam bukan latar foto atau hiburan setelah pelajaran. Alam adalah ruang, media, dan sumber belajar. Kurikulum nasional tetap dijalankan, lalu disinergikan dengan kurikulum khas sekolah alam, Belajar Bersama Alam, yang mengedepankan kearifan lokal. Dalam satu tema, anak bisa sekaligus menyentuh sains, bahasa, matematika, dan adab, karena memang begitulah ilmu saling bersambung.

Fasilitator SABar tidak berdiri di depan kelas sebagai satu-satunya sumber jawaban. Mereka adalah teman perjalanan, mitra belajar, dan pengamat potensi anak.

Setelah Makan, Piring Tidak Hilang Sendiri

Hari di SABar berlangsung dari pagi hingga siang. Ia dibuka dengan sambutan, salam, doa, dan lingkaran pagi. Lalu ada waktu bersama Al-Qur'an, eksplorasi tema, bermain, dan makan siang bersama dari katering milik SABar sendiri, sementara camilan dibawa dari rumah karena di SABar tidak ada kantin. Selesai makan, anak-anak mencuci piringnya sendiri dan merapikan tempat makan.

Kemandirian bukan mata pelajaran. Ia dilatih setiap hari dari hal-hal kecil: memakai sepatu bot sendiri, menyimpan jas hujan di tempatnya, merawat tanaman yang ditanam sendiri.

Tangan anak mencuci piring di keran sekolah

Setiap Anak Berbeda, Setiap Anak Berharga

Ada anak yang cepat membaca tetapi masih takut memanjat. Ada yang belum lancar berbicara tetapi paling telaten merawat tanaman. SABar adalah sekolah inklusi: anak reguler dan anak berkebutuhan khusus belajar dan bertumbuh bersama di kelas yang sama, dan bagi yang membutuhkan pendampingan lebih, ada Sekolah Kemandirian dan SABar Learning Centre di Cilacap.

Pendekatan terapinya kami sebut SaNGaT SABar, Special Needs Green Therapy: terapi yang menyatu dengan kebun, hewan, dan keseharian sekolah, bukan ruang terpisah yang asing bagi anak. Bentuk dukungan untuk tiap anak dibicarakan bersama orang tua setelah masa observasi.

Sekolah Tidak Menggantikan Orang Tua

Kami percaya pendidikan anak tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. Karena itu Ayah Bunda diajak ikut belajar lewat Sekolah Orang Tua SABar (SOS), membicarakan perkembangan anak dalam Progress Report yang berbentuk narasi, bukan sekadar angka, dan sesekali hadir sebagai sumber belajar di Parent Day. Para ayah pun punya ruang sendiri di komunitas Tapake Ramane.

SABar tidak memeringkat anak. Setiap anak dibandingkan dengan dirinya sendiri kemarin, bukan dengan teman di sebelahnya.

Kenali SABar dari Dekat

SPMB Tahun Ajaran 2027/2028 sudah dibuka, termasuk untuk murid pindahan. Ayah Bunda tidak perlu langsung mengisi formulir. Datang dulu, berbincang dengan kami, lalu biarkan anak mengenal suasananya dan kami mengenal anak lewat observasi. Biaya sekolah menyesuaikan kebutuhan tiap anak dan dibicarakan langsung dengan admin SPMB SABar.

Kabar SABar

Konten terbaru

Bekal Makan di Sekolah Alam: Bagaimana Aturannya?

03/11/2026 · Memilih Sekolah

Malam sebelum hari pertama sekolah, seorang ibu berdiri di depan kulkas yang terbuka. Ia memegang sebungkus nugget, lalu meletakkannya kembali. Mengambil biskuit kemasan, lalu ragu...

Melatih Kemandirian Anak di Rumah Sesuai Usia

03/11/2026 · Anak & Alam

Pagi hari di sebuah rumah di Purwokerto berlangsung seperti biasa: Bunda menyuapi si bungsu yang berusia tiga tahun sambil mengikat tali sepatu kakaknya yang kelas tiga, lalu berla...

Cerita dari kebun sekolah, dari ruang Sekolah Orang Tua, dan dari pertanyaan yang sering diajukan Ayah Bunda. Semoga ada yang bisa langsung dicoba di rumah.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu Sekolah Alam Baturraden?
Sekolah Alam Baturraden (SABar School) adalah sekolah alam inklusif di Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, di bawah Yayasan Sekolah Rumah Indonesia. Unitnya meliputi TK, SD, Sekolah Menengah (Paket B dan C), Sekolah Kemandirian, dan SABar Learning Centre di Cilacap.
Apakah SABar mengikuti kurikulum nasional?
Ya. Kurikulum nasional dijalankan dan disinergikan dengan kurikulum khas sekolah alam, Belajar Bersama Alam. Yang berbeda adalah cara belajarnya: lebih banyak mengalami daripada menghafal.
Apakah SABar menerima anak berkebutuhan khusus?
Ya, SABar adalah sekolah inklusi. Bentuk dukungan untuk tiap anak dibicarakan bersama orang tua setelah masa observasi, karena kebutuhan setiap anak berbeda.
Bagaimana cara mendaftar ke SABar?
Hubungi admin SPMB SABar di 0812-2005-0121 untuk menjadwalkan kunjungan. Alurnya: datang dan berbincang dulu, lalu anak diobservasi. Tidak perlu langsung mengisi formulir.
Berapa biaya sekolah di SABar?
Biaya menyesuaikan kebutuhan masing-masing anak sehingga tidak bisa dituliskan baku. Rinciannya dibicarakan langsung dengan admin SPMB SABar saat Ayah Bunda berkunjung.

Cara paling jujur untuk mengenal SABar bukan dari halaman ini, melainkan dari suasananya: bau tanah sehabis hujan, suara anak-anak di kebun, dan piring yang dicuci sendiri selepas makan. Ayah Bunda boleh datang dulu, melihat, dan bertanya apa saja. Kami senang mendengar cerita tentang anak Ayah Bunda.