Bekal Makan di Sekolah Alam: Bagaimana Aturannya?
Malam sebelum hari pertama sekolah, seorang ibu berdiri di depan kulkas yang terbuka. Ia memegang sebungkus nugget, lalu meletakkannya kembali. Mengambil biskuit kemasan, lalu ragu...
SABar School It's a Wellbeing School
Di kaki Gunung Slamet, ruang kelas tidak selalu punya dinding. Anak-anak menanam di raised bed, berjualan di Market Day, lalu duduk melingkar untuk bercerita tentang apa yang mereka temukan hari itu.
SPMB Tahun Ajaran 2027/2028 sudah dibuka. Murid pindahan juga diterima.
Sekolah Alam Baturraden (SABar) adalah satu keluarga sekolah di bawah Yayasan Sekolah Rumah Indonesia, dengan satu cara memandang anak dan beberapa pintu masuk sesuai usia dan kebutuhannya. Dari Sobat Kecil di TK sampai Sobat SM yang bersiap menuju dunia kerja, semuanya belajar dengan cara yang sama: mengalami, mencoba, bertanya, lalu bertanggung jawab.
Angka ini diambil langsung dari data ketiga satuan pendidikan SABar, jadi selalu mengikuti tahun ajaran berjalan.
Anak bisa membaca tentang siklus air dari buku. Di SABar, anak juga melihat air mengalir di parit kebun, menampungnya untuk menyiram tanaman, lalu bertanya mengapa tanah di raised bed miliknya lebih cepat kering daripada milik temannya. Pertanyaan seperti itu tidak datang dari lembar soal. Ia datang dari pengalaman.
Itulah yang kami maksud dengan sekolah alam. Alam bukan latar foto atau hiburan setelah pelajaran. Alam adalah ruang, media, dan sumber belajar. Kurikulum nasional tetap dijalankan, lalu disinergikan dengan kurikulum khas sekolah alam, Belajar Bersama Alam, yang mengedepankan kearifan lokal. Dalam satu tema, anak bisa sekaligus menyentuh sains, bahasa, matematika, dan adab, karena memang begitulah ilmu saling bersambung.
Fasilitator SABar tidak berdiri di depan kelas sebagai satu-satunya sumber jawaban. Mereka adalah teman perjalanan, mitra belajar, dan pengamat potensi anak.
Keempat pilar ini tidak berdiri sebagai mata pelajaran terpisah. Ia hadir dalam kegiatan yang sama: ketika anak berkebun, ia melatih tanggung jawab; ketika ia menjual hasil panennya, ia belajar berhitung dan melayani; ketika hasilnya tidak laku, ia belajar menerima dan memperbaiki.
Hari di SABar berlangsung dari pagi hingga siang. Ia dibuka dengan sambutan, salam, doa, dan lingkaran pagi. Lalu ada waktu bersama Al-Qur'an, eksplorasi tema, bermain, dan makan siang bersama dari katering milik SABar sendiri, sementara camilan dibawa dari rumah karena di SABar tidak ada kantin. Selesai makan, anak-anak mencuci piringnya sendiri dan merapikan tempat makan.
Kemandirian bukan mata pelajaran. Ia dilatih setiap hari dari hal-hal kecil: memakai sepatu bot sendiri, menyimpan jas hujan di tempatnya, merawat tanaman yang ditanam sendiri.
Ada anak yang cepat membaca tetapi masih takut memanjat. Ada yang belum lancar berbicara tetapi paling telaten merawat tanaman. SABar adalah sekolah inklusi: anak reguler dan anak berkebutuhan khusus belajar dan bertumbuh bersama di kelas yang sama, dan bagi yang membutuhkan pendampingan lebih, ada Sekolah Kemandirian dan SABar Learning Centre di Cilacap.
Pendekatan terapinya kami sebut SaNGaT SABar, Special Needs Green Therapy: terapi yang menyatu dengan kebun, hewan, dan keseharian sekolah, bukan ruang terpisah yang asing bagi anak. Bentuk dukungan untuk tiap anak dibicarakan bersama orang tua setelah masa observasi.
Kami percaya pendidikan anak tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. Karena itu Ayah Bunda diajak ikut belajar lewat Sekolah Orang Tua SABar (SOS), membicarakan perkembangan anak dalam Progress Report yang berbentuk narasi, bukan sekadar angka, dan sesekali hadir sebagai sumber belajar di Parent Day. Para ayah pun punya ruang sendiri di komunitas Tapake Ramane.
SABar tidak memeringkat anak. Setiap anak dibandingkan dengan dirinya sendiri kemarin, bukan dengan teman di sebelahnya.
SPMB Tahun Ajaran 2027/2028 sudah dibuka, termasuk untuk murid pindahan. Ayah Bunda tidak perlu langsung mengisi formulir. Datang dulu, berbincang dengan kami, lalu biarkan anak mengenal suasananya dan kami mengenal anak lewat observasi. Biaya sekolah menyesuaikan kebutuhan tiap anak dan dibicarakan langsung dengan admin SPMB SABar.
Malam sebelum hari pertama sekolah, seorang ibu berdiri di depan kulkas yang terbuka. Ia memegang sebungkus nugget, lalu meletakkannya kembali. Mengambil biskuit kemasan, lalu ragu...
Pagi hari di sebuah rumah di Purwokerto berlangsung seperti biasa: Bunda menyuapi si bungsu yang berusia tiga tahun sambil mengikat tali sepatu kakaknya yang kelas tiga, lalu berla...
Tas baru sudah tergantung di balik pintu kamar, lengkap dengan botol minum bergambar dan kotak bekal yang masih berbau plastik. Sepatu sudah disemir, seragam sudah disetrika. Namun...
Cerita dari kebun sekolah, dari ruang Sekolah Orang Tua, dan dari pertanyaan yang sering diajukan Ayah Bunda. Semoga ada yang bisa langsung dicoba di rumah.
Cara paling jujur untuk mengenal SABar bukan dari halaman ini, melainkan dari suasananya: bau tanah sehabis hujan, suara anak-anak di kebun, dan piring yang dicuci sendiri selepas makan. Ayah Bunda boleh datang dulu, melihat, dan bertanya apa saja. Kami senang mendengar cerita tentang anak Ayah Bunda.