PUSTAKA ASIS

Administrasi rapi itu awal.
Ilmu yang dibagi, itu tujuannya.

ASIS bukan hanya sistem data murid, presensi, atau tagihan sekolah. ASIS juga menjadi ruang pengetahuan tempat guru, murid, dan sekolah membangun mutu belajar bersama.

Sekolah setiap hari menghasilkan bahan ajar, soal, pengalaman mengajar, riset, karya murid, dan bacaan penting. Pustaka ASIS memastikan semuanya tersimpan, mudah ditemukan kembali, bisa disesuaikan, dan dapat dibagikan secara bertanggung jawab.

app.asis.id/pustaka
RUANG PENGETAHUAN SEKOLAH

Pustaka Bersama

MA

Modul Ajar

ATP, KOSP, bahan ajar, dan perangkat mengajar yang bisa disesuaikan.

Tersedia
BS

Bank Soal

Soal terstruktur, analisis butir, pembahasan, dan paket ujian online.

Tersedia
PD

Perpustakaan Digital

Katalog, sirkulasi, riwayat baca, dan koleksi digital sekolah.

Tersedia
KR

Karya & Riset

PTK, praktik baik, riset ASIS, artikel edukasi, portofolio, dan prestasi.

Tersedia

Lima ruang pustaka untuk
menaikkan level sekolah.

ASIS menempatkan pengetahuan sekolah sebagai aset hidup. Bukan arsip pasif, bukan folder pribadi yang hilang saat laptop rusak, dan bukan dokumen yang hanya dibuat untuk formalitas.

01Pustaka Mengajar

Modul ajar, ATP, dan KOSP yang bisa dipakai ulang.

Guru tidak perlu menyusun dari nol setiap tahun. Ambil dari pustaka, sesuaikan dengan kelas sendiri, lalu bagikan kembali bila mau. Identitas sekolah, mata pelajaran, dan capaian pembelajaran terisi dari data ASIS; guru fokus pada bagian yang memang perlu dipikirkan.

Sesuaikan, jangan menyalinRiwayat versiAtribusi penyusun melekat
02Bank Soal Bersama

Soal yang teruji, bukan hasil ketik ulang.

Bank soal ASIS menampung berbagai bentuk soal, termasuk soal berstimulus ala AKM, lengkap dengan pembahasan dan analisis butir. Soal yang baik bisa dipakai lagi, dibagikan antar guru, dan diperbaiki bersama ketika hasil analisis menunjukkan ada yang membingungkan.

Analisis butir otomatisSiap ujian daringLatihan mandiri murid
03Perpustakaan Digital

Perpustakaan yang tetap buka setelah jam sekolah.

Katalog buku sekolah dapat ditelusuri, peminjaman tercatat rapi, dan koleksi digital seperti modul, e-book, serta bahan bacaan sekolah dapat dibuka murid dari rumah. Perpustakaan kecil pun punya rak pengetahuan yang tidak dibatasi ruang.

Katalog daringSirkulasi & riwayat bacaKoleksi digital sekolah
04Riset & Karya Guru

Penelitian guru tidak berhenti di lemari.

Penelitian Tindakan Kelas, praktik baik, karya inovatif, dan jurnal sekolah punya tempat untuk ditulis, disimpan, dan dibaca guru lain. Yang dulu hanya menjadi syarat administratif dapat berubah menjadi rujukan yang benar-benar dipakai.

PTK & praktik baikJurnal sekolahDapat dirujuk guru lain
05Riset ASIS & Kontributor

Temuan pendidikan dari pengembang, mitra, dan komunitas.

Riset dari Pustekno, Puskomedia, tim pengembang ASIS, relawan edukasi, mitra sekolah, atau penulis pendidikan dapat diterbitkan sebagai artikel, laporan temuan, panduan, dan bahan refleksi. Pustaka menjadi tempat untuk menuangkan hal-hal baru yang ditemukan dari lapangan, bukan hanya dokumentasi fitur.

Riset pengembang ASISArtikel edukasiTemuan lapangan
06Karya Murid

Hasil belajar yang layak dilihat orang.

Karya ilmiah remaja, proyek kokurikuler, portofolio, prestasi, dan produk pembelajaran tersimpan sebagai jejak perkembangan yang bisa ditunjukkan ke guru, orang tua, sekolah berikutnya, bahkan terhubung ke CV alumni.

Portofolio muridKarya terverifikasi sekolahTerhubung CV alumni

Pintar karena pengetahuan
tidak berhenti di satu orang.

Pustaka ASIS membuat sekolah bergerak dari administrasi menuju ekosistem belajar yang cerdas. Sistem tidak hanya mencatat kejadian, tetapi membantu bahan ajar, soal, karya, dan pengalaman baik terus hidup.

Setiap kontribusi memperkuat sekolah lain.

Ketika satu guru membagikan modul yang baik, guru lain bisa menyesuaikannya. Ketika pengembang ASIS menemukan pola dari lapangan, temuan itu bisa ditulis dan dipelajari banyak sekolah. Semakin banyak yang berbagi, semakin ringan pekerjaan pendidikan Indonesia.

01Modul dan soal tidak hilang di perangkat pribadi. 02Versi dan atribusi menjaga jejak penyusun. 03Analisis hasil membantu perbaikan pembelajaran. 04Riset, artikel, karya guru, dan karya murid menjadi aset pendidikan.

Alur berbagi yang sehat.

  1. 1Buat atau unggahGuru, sekolah, pengembang ASIS, mitra, atau kontributor menulis modul, soal, riset, artikel, atau mengarsipkan karya murid.
  2. 2Lengkapi konteksMapel, kelas, capaian, topik, dan identitas sekolah tersusun rapi.
  3. 3SesuaikanGuru lain dapat mengambil referensi lalu menyesuaikan, bukan menyalin mentah.
  4. 4Bagikan kembaliVersi baru dan atribusi tetap tercatat agar pengetahuan terus berkembang.
BUKAN SEKADAR ADMINISTRASI

ASIS mengurus data sekolah, lalu mengangkatnya menjadi pengetahuan.

Presensi, tagihan, rapor, ujian, perpustakaan, dan portofolio tetap penting. Tetapi pendidikan naik kelas ketika semua itu terhubung dengan bahan ajar, bank soal, riset guru, artikel edukasi, temuan pengembang, dan karya murid yang dapat dipelajari kembali.

MODUL AJAR

Guru mulai dari fondasi yang sudah ada.

Perangkat mengajar lebih cepat disiapkan tanpa menghapus ruang kreativitas guru.

BANK SOAL

Ujian menjadi bahan belajar.

Analisis butir membantu guru memperbaiki soal dan membaca kelemahan topik.

PERPUSTAKAAN

Bacaan tidak berhenti di ruang fisik.

Katalog dan koleksi digital membuat akses ilmu lebih panjang dari jam sekolah.

RISET

Temuan bisa menjadi rujukan.

Riset dan artikel edukasi dari pengembang, sekolah, dan kontributor tidak hilang sebagai catatan internal.

GRATIS DAN DIKERJAKAN BERSAMA

Semakin banyak sekolah berbagi,
semakin tinggi level pendidikan Indonesia.

Pustaka ASIS menjaga agar hasil kerja guru, murid, pengembang, mitra, dan kontributor pendidikan tidak hilang sebagai file pribadi atau catatan internal. Ia menjadi pengetahuan bersama yang bisa ditemukan, dipelajari, disesuaikan, dan dipakai untuk membuat sekolah bergerak lebih jauh.

Mulai dengan ASIS Gratis →