Mato Si Pohon Matoa
B3 · antropologi
Mato si pohon matoa tiap hari bersedih. la merasa kesepian dan ingin sekali seperti Cesi si cenderawasih yang bisa terbang sesuka hati. Hingga suatu hari, datanglah anak-anak Suku Dani. Mereka membawa bulatan besar dan menempelkannya ke tubuh Mato. Mato tidak menyukai bulatan itu. Lama-lama, bulatan itu membesar dan membuat semut-semut berdatangan. Mato panik dan menangis sejadi-jadinya. Tak disangka, tangisan Mato membuat bulatan itu terbangun. Mato jadi terkejut. Sebenarnya, siapakah bulatan itu? Yuk, ikuti cerita selengkapnya kisah Mato di buku ini.
| Jenjang | B3 |
|---|---|
| Mata pelajaran | antropologi |
| Penulis | Watiek Ideo |
| Penerbit | Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan |
| Tahun terbit | 0000-00-00 |
| ISBN | 978-602-437-845-5 |